PERALATAN MEDIS DASAR (INVENTARISASI & VALIDASI)
Kegagalan alat medis di tengah perjalanan darurat adalah tanggung jawab tim ambulans. Oleh karena itu, setiap personil wajib melakukan pemeriksaan fisik (bukan sekadar melihat) pada alat-alat berikut sebelum memulai shift kerja.
3.1 Stretcher (Tandu Utama)
Tandu adalah komponen paling aktif yang digunakan untuk memindahkan pasien. Keamanan pasien sangat bergantung pada mekanisme penguncian tandu.
Detail Fungsi: Sebagai tempat tidur pasien selama transportasi yang dapat diatur ketinggiannya dan disesuaikan posisinya (seperti posisi Fowler untuk pasien sesak napas).
Prosedur Pengecekan:
- Mekanisme Lipat: Lakukan simulasi menaikkan dan menurunkan tandu. Pastikan kaki tandu melipat dan mengunci secara otomatis saat dimasukkan ke ambulans.
- Sabuk Pengaman (Safety Belt): Pastikan minimal ada 3 titik sabuk pengaman (dada, pinggang, kaki) dalam kondisi utuh dan pengunci (buckle) tidak macet.
- Roda & Rem: Pastikan roda berputar halus dan rem berfungsi pakem agar tandu tidak bergerak saat tindakan medis dilakukan.
3.2 Tabung Oksigen & Regulator
Oksigen adalah "obat" pertama yang diberikan pada hampir semua kasus kegawatdaruratan.
Detail Fungsi: Memberikan suplai oksigen tambahan bagi pasien dengan gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran.
Prosedur Pengecekan:
- Tekanan (Pressure): Lihat jarum pada manometer. Wajib di atas 500 psi. Jika di bawah itu, segera lakukan pengisian ulang agar tidak habis di tengah jalan.
- Humidifier (Tabung Air): Pastikan terisi air bersih (distilled water) sesuai garis batas untuk menjaga kelembapan oksigen agar tidak melukai selaput lendir pasien.
- Kebocoran: Buka keran tabung sedikit, dengarkan apakah ada suara desis halus pada sambungan regulator.
3.3 Suction & Nebulizer
Kedua alat ini berkaitan dengan manajemen jalan napas (airway) dan pernapasan (breathing).
- Suction (Penghisap Lendir): Digunakan untuk menyedot cairan (darah, muntahan, atau lendir) yang menyumbat jalan napas.
- Cek: Pastikan daya hisap kuat dan baterai cadangan (jika portabel) dalam kondisi penuh.
- Nebulizer (Penguapan): Digunakan untuk memberikan obat asma atau pengencer dahak melalui uap.
- Cek: Pastikan mesin menyala dan filter udara bersih agar uap yang dihasilkan maksimal.
3.4 AED (Automated External Defibrillator)
Alat ini adalah kunci penyelamatan pada kasus henti jantung mendadak.
Detail Fungsi: Alat komputerisasi yang dapat menganalisis irama jantung dan memberikan kejutan listrik jika diperlukan untuk mengembalikan detak jantung normal.
Prosedur Pengecekan:
- Indikator Status: Pastikan lampu indikator berwarna hijau (atau muncul tanda centang) yang menunjukkan alat siap pakai.
- Pad/Elektroda: Cek tanggal kedaluwarsa pada kemasan pad. Pad yang kering tidak akan bisa menghantarkan arus listrik dengan benar.
- Baterai: Pastikan daya baterai cukup untuk minimal 10-20 kali kejutan (shock).
3.5 Tas Emergency (First Aid Kit / Trauma Bag)
Tas ini harus dibawa keluar ambulans menuju titik pasien berada.
Isi Terperinci:
- Pembalutan & Pembidaian: Kasa steril, perban elastis, dan bidai (splint) untuk menstabilkan patah tulang.
- Cairan Infus: Cairan kristaloid (seperti RL atau NS) beserta selang infus (infusion set) dan berbagai ukuran jarum infus (iv catheter).
- Instrumen Dasar: Gunting medis (untuk memotong pakaian/perban), senter kecil (penlight) untuk cek pupil mata, dan stetoskop.
Prosedur Pengecekan: Lakukan inventarisasi mingguan untuk memastikan tidak ada obat atau alat yang sudah kedaluwarsa (expired).
Prinsip "ASAP" dalam Peralatan:
- Ada: Alat tersedia di tempatnya.
- Siap: Baterai penuh, oksigen terisi.
- Aman: Steril dan tidak rusak.
- Paham: Personil tahu cara mengoperasikannya.
PERALATAN MEDIS DASAR (INVENTARISASI & VALIDASI)
Kegagalan alat medis di tengah perjalanan darurat adalah tanggung jawab tim ambulans. Oleh karena itu, setiap personil wajib melakukan pemeriksaan fisik (bukan sekadar melihat) pada alat-alat berikut sebelum memulai shift kerja.
3.1 Stretcher (Tandu Utama)
Tandu adalah komponen paling aktif yang digunakan untuk memindahkan pasien. Keamanan pasien sangat bergantung pada mekanisme penguncian tandu.
Detail Fungsi: Sebagai tempat tidur pasien selama transportasi yang dapat diatur ketinggiannya dan disesuaikan posisinya (seperti posisi Fowler untuk pasien sesak napas).
Prosedur Pengecekan:
- Mekanisme Lipat: Lakukan simulasi menaikkan dan menurunkan tandu. Pastikan kaki tandu melipat dan mengunci secara otomatis saat dimasukkan ke ambulans.
- Sabuk Pengaman (Safety Belt): Pastikan minimal ada 3 titik sabuk pengaman (dada, pinggang, kaki) dalam kondisi utuh dan pengunci (buckle) tidak macet.
- Roda & Rem: Pastikan roda berputar halus dan rem berfungsi pakem agar tandu tidak bergerak saat tindakan medis dilakukan.
3.2 Tabung Oksigen & Regulator
Oksigen adalah "obat" pertama yang diberikan pada hampir semua kasus kegawatdaruratan.
Detail Fungsi: Memberikan suplai oksigen tambahan bagi pasien dengan gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran.
Prosedur Pengecekan:
- Tekanan (Pressure): Lihat jarum pada manometer. Wajib di atas 500 psi. Jika di bawah itu, segera lakukan pengisian ulang agar tidak habis di tengah jalan.
- Humidifier (Tabung Air): Pastikan terisi air bersih (distilled water) sesuai garis batas untuk menjaga kelembapan oksigen agar tidak melukai selaput lendir pasien.
- Kebocoran: Buka keran tabung sedikit, dengarkan apakah ada suara desis halus pada sambungan regulator.
3.3 Suction & Nebulizer
Kedua alat ini berkaitan dengan manajemen jalan napas (airway) dan pernapasan (breathing).
- Suction (Penghisap Lendir): Digunakan untuk menyedot cairan (darah, muntahan, atau lendir) yang menyumbat jalan napas.
- Cek: Pastikan daya hisap kuat dan baterai cadangan (jika portabel) dalam kondisi penuh.
- Nebulizer (Penguapan): Digunakan untuk memberikan obat asma atau pengencer dahak melalui uap.
- Cek: Pastikan mesin menyala dan filter udara bersih agar uap yang dihasilkan maksimal.
3.4 AED (Automated External Defibrillator)
Alat ini adalah kunci penyelamatan pada kasus henti jantung mendadak.
Detail Fungsi: Alat komputerisasi yang dapat menganalisis irama jantung dan memberikan kejutan listrik jika diperlukan untuk mengembalikan detak jantung normal.
Prosedur Pengecekan:
- Indikator Status: Pastikan lampu indikator berwarna hijau (atau muncul tanda centang) yang menunjukkan alat siap pakai.
- Pad/Elektroda: Cek tanggal kedaluwarsa pada kemasan pad. Pad yang kering tidak akan bisa menghantarkan arus listrik dengan benar.
- Baterai: Pastikan daya baterai cukup untuk minimal 10-20 kali kejutan (shock).
3.5 Tas Emergency (First Aid Kit / Trauma Bag)
Tas ini harus dibawa keluar ambulans menuju titik pasien berada.
Isi Terperinci:
- Pembalutan & Pembidaian: Kasa steril, perban elastis, dan bidai (splint) untuk menstabilkan patah tulang.
- Cairan Infus: Cairan kristaloid (seperti RL atau NS) beserta selang infus (infusion set) dan berbagai ukuran jarum infus (iv catheter).
- Instrumen Dasar: Gunting medis (untuk memotong pakaian/perban), senter kecil (penlight) untuk cek pupil mata, dan stetoskop.
Prosedur Pengecekan: Lakukan inventarisasi mingguan untuk memastikan tidak ada obat atau alat yang sudah kedaluwarsa (expired).
Prinsip "ASAP" dalam Peralatan:
- Ada: Alat tersedia di tempatnya.
- Siap: Baterai penuh, oksigen terisi.
- Aman: Steril dan tidak rusak.
- Paham: Personil tahu cara mengoperasikannya.