Silabus Dasar Vertical Rescue (Detail Operasional)
1. Pengenalan Vertical Rescue
Definisi Spesifik: Membedakan antara panjat tebing (sport) dengan rescue (beban ganda, faktor keamanan tinggi).
Sejarah & Evolusi: Perkembangan alat dari serat alam ke serat sintetis dan alat mekanis modern.
Peran SAR: Posisi tim vertical rescue dalam struktur komando operasi (ESAR, HART, atau TRC).
2. Hukum & Etika Penyelamatan
Aspek Legalitas: Memahami perlindungan hukum bagi penolong (Standard Operating Procedure sebagai pelindung hukum).
Etika Medan: Izin akses area (jika di lahan privat), penghormatan terhadap korban, dan menjaga kerahasiaan data medis/kondisi korban di lapangan.
Tanggung Jawab Moral: Prinsip "Do No Further Harm" (Jangan menambah cedera pada korban).
3. Manajemen Risiko & Safety Officer
Identifikasi Bahaya (HIRA): Analisis Object Falling (batuan/alat), cuaca (petir, angin kencang), dan kelelahan personil.
Faktor Keamanan (Safety Factor): Prinsip beban statis vs dinamis serta rasio keamanan alat (umumnya 10:1 atau 15:1 untuk human load).
Peran Safety Officer: Otoritas mutlak untuk menghentikan operasi jika ditemukan prosedur yang tidak aman.
4. Anatomi Medan Vertikal
Geologi & Struktur: Identifikasi jenis batuan (rapuh/solid) dan struktur gedung (titik tambat pada beton/besi).
Klasifikasi Sudut:
- Slope/Scree: < 45°
- Steep/Vertical: 60° - 90°
- Overhang/Ceiling: > 90°
Micro Siting: Pemilihan jalur lintasan terbaik untuk meminimalkan gesekan tali (rope rub).
5. Komunikasi Lapangan
Aba-aba Suara: Standardisasi instruksi (misal: "Beri", "Tarik", "Tahan", "Slack", "Tension").
Isyarat Tangan & Peluit: Penggunaan kode peluit saat suara terdistorsi angin atau jarak (1 tiup: Berhenti, 2 tiup: Naik/Tarik, 3 tiup: Turun/Ulur).
Kebutuhan Logistik (Per Kelas/Tim)
A. Perangkat Instruksional
| Item | Spesifikasi | Kegunaan |
|---|---|---|
| Papan Tulis/Flipchart | Ukuran standar | Visualisasi sistem gaya dan sudut tebing. |
| Proyektor & Layar | HD Resolution | Presentasi video studi kasus kegagalan alat/operasi. |
| Buku Saku (Handbook) | Tahan air (Laminating) | Panduan standar aba-aba dan kode etik. |
B. Alat Peraga & Praktik Dasar
- Tali Statis (Sample): Potongan tali 2 meter untuk pengenalan anatomi tali (kernmantle).
- Kumpulan Carabiner: Berbagai tipe (Screw gate, Autolock, Steel, Alumunium) untuk identifikasi alat.
- Contoh Alat Rusak: Untuk simulasi "Safety Officer" dalam mengidentifikasi alat yang sudah tidak layak pakai (reject criteria).
- Radio Komunikasi (HT): Minimal 2 unit untuk simulasi komunikasi antar unit.
- Whistle (Peluit): Peluit high-decibel untuk praktik isyarat suara.
C. Alat Pelindung Diri (APD) Dasar
- Helm Safety: Standar EN 12492 (Climbing/Work at height).
- Sarung Tangan: Kulit atau sintetik tebal (untuk proteksi gesekan).
- Sepatu Safety/Boot: Memiliki traksi tinggi di medan miring.
Silabus Dasar Vertical Rescue (Detail Operasional)
1. Pengenalan Vertical Rescue
Definisi Spesifik: Membedakan antara panjat tebing (sport) dengan rescue (beban ganda, faktor keamanan tinggi).
Sejarah & Evolusi: Perkembangan alat dari serat alam ke serat sintetis dan alat mekanis modern.
Peran SAR: Posisi tim vertical rescue dalam struktur komando operasi (ESAR, HART, atau TRC).
2. Hukum & Etika Penyelamatan
Aspek Legalitas: Memahami perlindungan hukum bagi penolong (Standard Operating Procedure sebagai pelindung hukum).
Etika Medan: Izin akses area (jika di lahan privat), penghormatan terhadap korban, dan menjaga kerahasiaan data medis/kondisi korban di lapangan.
Tanggung Jawab Moral: Prinsip "Do No Further Harm" (Jangan menambah cedera pada korban).
3. Manajemen Risiko & Safety Officer
Identifikasi Bahaya (HIRA): Analisis Object Falling (batuan/alat), cuaca (petir, angin kencang), dan kelelahan personil.
Faktor Keamanan (Safety Factor): Prinsip beban statis vs dinamis serta rasio keamanan alat (umumnya 10:1 atau 15:1 untuk human load).
Peran Safety Officer: Otoritas mutlak untuk menghentikan operasi jika ditemukan prosedur yang tidak aman.
4. Anatomi Medan Vertikal
Geologi & Struktur: Identifikasi jenis batuan (rapuh/solid) dan struktur gedung (titik tambat pada beton/besi).
Klasifikasi Sudut:
- Slope/Scree: < 45°
- Steep/Vertical: 60° - 90°
- Overhang/Ceiling: > 90°
Micro Siting: Pemilihan jalur lintasan terbaik untuk meminimalkan gesekan tali (rope rub).
5. Komunikasi Lapangan
Aba-aba Suara: Standardisasi instruksi (misal: "Beri", "Tarik", "Tahan", "Slack", "Tension").
Isyarat Tangan & Peluit: Penggunaan kode peluit saat suara terdistorsi angin atau jarak (1 tiup: Berhenti, 2 tiup: Naik/Tarik, 3 tiup: Turun/Ulur).
Kebutuhan Logistik (Per Kelas/Tim)
A. Perangkat Instruksional
| Item | Spesifikasi | Kegunaan |
|---|---|---|
| Papan Tulis/Flipchart | Ukuran standar | Visualisasi sistem gaya dan sudut tebing. |
| Proyektor & Layar | HD Resolution | Presentasi video studi kasus kegagalan alat/operasi. |
| Buku Saku (Handbook) | Tahan air (Laminating) | Panduan standar aba-aba dan kode etik. |
B. Alat Peraga & Praktik Dasar
- Tali Statis (Sample): Potongan tali 2 meter untuk pengenalan anatomi tali (kernmantle).
- Kumpulan Carabiner: Berbagai tipe (Screw gate, Autolock, Steel, Alumunium) untuk identifikasi alat.
- Contoh Alat Rusak: Untuk simulasi "Safety Officer" dalam mengidentifikasi alat yang sudah tidak layak pakai (reject criteria).
- Radio Komunikasi (HT): Minimal 2 unit untuk simulasi komunikasi antar unit.
- Whistle (Peluit): Peluit high-decibel untuk praktik isyarat suara.
C. Alat Pelindung Diri (APD) Dasar
- Helm Safety: Standar EN 12492 (Climbing/Work at height).
- Sarung Tangan: Kulit atau sintetik tebal (untuk proteksi gesekan).
- Sepatu Safety/Boot: Memiliki traksi tinggi di medan miring.