Silabus Pelatihan Ambulance
Silabus: Dokumentasi & Aspek Legal
A. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan mampu:
- Mengisi Lembar Asuhan Pra-RS secara lengkap, akurat, dan terbaca.
- Memahami aspek hukum dari tanda tangan keluarga (Informed Consent & Refusal).
- Menggunakan teknologi pelaporan digital (E-Ambulance/Sisrute) secara tepat waktu.
- Mendokumentasikan kejadian khusus (kecelakaan, kematian di ambulans, atau penolakan tindakan).
B. Rincian Materi (Breakdown)
- Identitas Pasien: Teknik verifikasi data pasien anonim (Mr. X/Ms. X) pada kasus gawat darurat tanpa identitas.
- Kronologi Kejadian: Menulis narasi singkat, padat, dan objektif (bukan opini) mengenai kondisi di TKP.
- Tanda-Tanda Vital (TTV) Serial: Pentingnya mencatat perubahan kondisi pasien selama durasi transportasi.
- Legalitas Tanda Tangan: Siapa yang berhak menandatangani (Pasien, Keluarga, atau Saksi).
- SOP Penolakan (Against Medical Advice): Prosedur dokumentasi jika pasien/keluarga menolak dirujuk atau menolak tindakan medis tertentu.
- KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi): Mencatat poin-point penjelasan yang telah diberikan kepada keluarga.
Incident Report: Pelaporan jika ambulans terlibat gesekan di jalan atau alat medis mengalami malfungsi.
Logistik BHP: Pendataan pemakaian oksigen, kassa, obat-obatan, dan cairan infus untuk restocking dan klaim.
Barriers of Documentation: Batasan pengambilan foto/video (dilarang keras menyebarkan foto tidak etis/vulgar).
Barcoding & QR Systems: Sistem pelabelan pasien untuk manajemen korban massal (Triage Tags).
C. Metodologi Pelatihan
| Metode | Deskripsi Aktivitas |
|---|---|
| Audit Simulation | Peserta diberikan berkas rekam medis yang diisi secara acak/salah, lalu diminta menemukan kesalahan legalitasnya. |
| Dictation Drill | Instruktur menceritakan skenario pasien secara lisan, peserta harus menuliskan laporannya secara real-time. |
| Legal Briefing | Diskusi dengan konsultan hukum/manajemen RS mengenai konsekuensi dokumen yang cacat. |
D.1 Logistik Offline
- Bundel Formulir: Medical Record, Serah Terima, AMA Form.
- Alat Tulis Khusus: Clipboard & Stempel Jam Digital.
- Salinan anonim rekam medis asli sebagai studi banding.
D.2 Logistik Online
- E-Learning Form: Simulasi via Google Forms / App Dispatcher.
- PDF Guide: Panduan penulisan istilah medis standar.
- Webinar: Sesi tanya jawab dengan pakar Hukum Kesehatan.
E. Evaluasi Materi
Review Dokumen
Mengumpulkan 3 draf laporan simulasi tanpa kesalahan fatal.
Kuis Terminologi
Tes pemahaman istilah medis dasar antara kru & dokter IGD.
Ringkasan Logistik Pelatihan (Update)
| Komponen | Pelatihan Offline (Tatap Muka) | Pelatihan Online (Daring) |
|---|---|---|
| Dokumentasi | Bundel Form Fisik, Clipboard, Stempel Waktu | E-Form Interaktif, E-Sertifikat, Cloud Storage Materi |
Silabus Pelatihan Ambulance
Silabus: Dokumentasi & Aspek Legal
A. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan mampu:
- Mengisi Lembar Asuhan Pra-RS secara lengkap, akurat, dan terbaca.
- Memahami aspek hukum dari tanda tangan keluarga (Informed Consent & Refusal).
- Menggunakan teknologi pelaporan digital (E-Ambulance/Sisrute) secara tepat waktu.
- Mendokumentasikan kejadian khusus (kecelakaan, kematian di ambulans, atau penolakan tindakan).
B. Rincian Materi (Breakdown)
- Identitas Pasien: Teknik verifikasi data pasien anonim (Mr. X/Ms. X) pada kasus gawat darurat tanpa identitas.
- Kronologi Kejadian: Menulis narasi singkat, padat, dan objektif (bukan opini) mengenai kondisi di TKP.
- Tanda-Tanda Vital (TTV) Serial: Pentingnya mencatat perubahan kondisi pasien selama durasi transportasi.
- Legalitas Tanda Tangan: Siapa yang berhak menandatangani (Pasien, Keluarga, atau Saksi).
- SOP Penolakan (Against Medical Advice): Prosedur dokumentasi jika pasien/keluarga menolak dirujuk atau menolak tindakan medis tertentu.
- KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi): Mencatat poin-point penjelasan yang telah diberikan kepada keluarga.
Incident Report: Pelaporan jika ambulans terlibat gesekan di jalan atau alat medis mengalami malfungsi.
Logistik BHP: Pendataan pemakaian oksigen, kassa, obat-obatan, dan cairan infus untuk restocking dan klaim.
Barriers of Documentation: Batasan pengambilan foto/video (dilarang keras menyebarkan foto tidak etis/vulgar).
Barcoding & QR Systems: Sistem pelabelan pasien untuk manajemen korban massal (Triage Tags).
C. Metodologi Pelatihan
| Metode | Deskripsi Aktivitas |
|---|---|
| Audit Simulation | Peserta diberikan berkas rekam medis yang diisi secara acak/salah, lalu diminta menemukan kesalahan legalitasnya. |
| Dictation Drill | Instruktur menceritakan skenario pasien secara lisan, peserta harus menuliskan laporannya secara real-time. |
| Legal Briefing | Diskusi dengan konsultan hukum/manajemen RS mengenai konsekuensi dokumen yang cacat. |
D.1 Logistik Offline
- Bundel Formulir: Medical Record, Serah Terima, AMA Form.
- Alat Tulis Khusus: Clipboard & Stempel Jam Digital.
- Salinan anonim rekam medis asli sebagai studi banding.
D.2 Logistik Online
- E-Learning Form: Simulasi via Google Forms / App Dispatcher.
- PDF Guide: Panduan penulisan istilah medis standar.
- Webinar: Sesi tanya jawab dengan pakar Hukum Kesehatan.
E. Evaluasi Materi
Review Dokumen
Mengumpulkan 3 draf laporan simulasi tanpa kesalahan fatal.
Kuis Terminologi
Tes pemahaman istilah medis dasar antara kru & dokter IGD.
Ringkasan Logistik Pelatihan (Update)
| Komponen | Pelatihan Offline (Tatap Muka) | Pelatihan Online (Daring) |
|---|---|---|
| Dokumentasi | Bundel Form Fisik, Clipboard, Stempel Waktu | E-Form Interaktif, E-Sertifikat, Cloud Storage Materi |