Silabus: Kedaruratan Medis (Medical Emergency)
Kurikulum Penolong Terampil Indonesia: Deteksi Dini & Stabilisasi Penyakit Akut
Lay Responder
Fokus: Deteksi Dini & Keselamatan Dasar
- FAST Test (Stroke): Identifikasi gejala dalam 60 detik melalui Face (mencong), Arm (lemah), Speech (pelo), dan Time (lapor segera).
- Etika Kejang: Melindungi kepala dari benturan dan menjauhkan benda tajam. Larangan keras memasukkan benda ke mulut (risiko aspirasi/patah gigi).
- Heat Stroke vs Syncope: Membedakan pingsan biasa dengan kegawatan suhu (kulit panas/kering) yang butuh pendinginan agresif.
- Logistik: Kartu Saku FAST, Poster Gejala Jantung, Matras Pelindung Kejang.
First Responder
Fokus: Oksigenasi & Bantuan Non-Invasif
- Oksigenasi Dasar: Teknik pemasangan Nasal Cannula (2-4 LPM) dan penggunaan posisi Semi-Fowler untuk mengurangi kerja jantung.
- Trias Hipoglikemia: Penanganan lemas, lapar, dan keringat dingin melalui pemberian glukosa oral (hanya jika penderita sadar penuh).
- Gigitan Binatang Berbisa: Teknik Pressure Immobilization Bandage (PIB) untuk menghambat penyebaran bisa melalui jalur getah bening.
- Logistik: Tabung Oksigen Portable, Pulse Oximeter, Inhaler Simulasi, Perban Elastis.
Professional
Fokus: Monitoring Digital & Farmakologi
- Interpretasi Vital: Analisis Hipertensi Urgensi dan monitoring kadar gula darah menggunakan Glukometer secara periodik.
- Anafilaksis Drill: Protokol injeksi Epinefrin (Epi-Pen) pada paha luar untuk mengatasi syok alergi berat dalam hitungan detik.
- EKG 12-Lead Dasar: Identifikasi pola STEMI (Serangan Jantung Mematikan) untuk mempercepat prosedur kateterisasi jantung di RS tujuan.
- Logistik: Glukometer Kit, Epi-Pen Trainer, EKG Simulator, Set Infus IV/IO.
Matriks Penanganan Medis Berjenjang
| Kondisi Medis | Lay Responder | First Responder | Professional Medis |
|---|---|---|---|
| Stroke Akut | FAST Test & Lapor | Cek Gula Darah (Singkirkan Hipoglikemia) | Manajemen Tekanan Darah & CT-Scan |
| Serangan Asma | Posisi Duduk Tegak | Bantu Inhaler & Oksigen 2-4 LPM | Nebulizer & Injeksi Kortikosteroid |
| Keracunan Oral | Identifikasi Wadah Racun | Bilas Mulut & Jangan Paksa Muntah | Arang Aktif / Kumbah Lambung (Bilas) |
| Alergi Berat | Jauhkan Pemicu Alergi | Pantau Pernapasan & Nadi | Injeksi Epinefrin & IV Fluid |
Metode Evaluasi KOMPAK
Peserta harus mampu melakukan pelaporan riwayat medis dengan format KOMPAK:
- K: Keluhan Utama (Nyeri dada, lemas, sesak).
- O: Obat-obatan yang baru dikonsumsi.
- M: Makanan/Minuman terakhir (Cek risiko aspirasi).
- P: Penyakit penyerta (Diabetes, Jantung, Asma).
- A: Alergi yang dimiliki.
- K: Kejadian (Kronologi sebelum sakit).
Doktrin Penolong:
"Jangan memberikan makanan atau minuman apapun pada penderita dengan kesadaran menurun."
Risiko Aspirasi = Kematian Jalur Napas
Silabus: Kedaruratan Medis (Medical Emergency)
Kurikulum Penolong Terampil Indonesia: Deteksi Dini & Stabilisasi Penyakit Akut
Lay Responder
Fokus: Deteksi Dini & Keselamatan Dasar
- FAST Test (Stroke): Identifikasi gejala dalam 60 detik melalui Face (mencong), Arm (lemah), Speech (pelo), dan Time (lapor segera).
- Etika Kejang: Melindungi kepala dari benturan dan menjauhkan benda tajam. Larangan keras memasukkan benda ke mulut (risiko aspirasi/patah gigi).
- Heat Stroke vs Syncope: Membedakan pingsan biasa dengan kegawatan suhu (kulit panas/kering) yang butuh pendinginan agresif.
- Logistik: Kartu Saku FAST, Poster Gejala Jantung, Matras Pelindung Kejang.
First Responder
Fokus: Oksigenasi & Bantuan Non-Invasif
- Oksigenasi Dasar: Teknik pemasangan Nasal Cannula (2-4 LPM) dan penggunaan posisi Semi-Fowler untuk mengurangi kerja jantung.
- Trias Hipoglikemia: Penanganan lemas, lapar, dan keringat dingin melalui pemberian glukosa oral (hanya jika penderita sadar penuh).
- Gigitan Binatang Berbisa: Teknik Pressure Immobilization Bandage (PIB) untuk menghambat penyebaran bisa melalui jalur getah bening.
- Logistik: Tabung Oksigen Portable, Pulse Oximeter, Inhaler Simulasi, Perban Elastis.
Professional
Fokus: Monitoring Digital & Farmakologi
- Interpretasi Vital: Analisis Hipertensi Urgensi dan monitoring kadar gula darah menggunakan Glukometer secara periodik.
- Anafilaksis Drill: Protokol injeksi Epinefrin (Epi-Pen) pada paha luar untuk mengatasi syok alergi berat dalam hitungan detik.
- EKG 12-Lead Dasar: Identifikasi pola STEMI (Serangan Jantung Mematikan) untuk mempercepat prosedur kateterisasi jantung di RS tujuan.
- Logistik: Glukometer Kit, Epi-Pen Trainer, EKG Simulator, Set Infus IV/IO.
Matriks Penanganan Medis Berjenjang
| Kondisi Medis | Lay Responder | First Responder | Professional Medis |
|---|---|---|---|
| Stroke Akut | FAST Test & Lapor | Cek Gula Darah (Singkirkan Hipoglikemia) | Manajemen Tekanan Darah & CT-Scan |
| Serangan Asma | Posisi Duduk Tegak | Bantu Inhaler & Oksigen 2-4 LPM | Nebulizer & Injeksi Kortikosteroid |
| Keracunan Oral | Identifikasi Wadah Racun | Bilas Mulut & Jangan Paksa Muntah | Arang Aktif / Kumbah Lambung (Bilas) |
| Alergi Berat | Jauhkan Pemicu Alergi | Pantau Pernapasan & Nadi | Injeksi Epinefrin & IV Fluid |
Metode Evaluasi KOMPAK
Peserta harus mampu melakukan pelaporan riwayat medis dengan format KOMPAK:
- K: Keluhan Utama (Nyeri dada, lemas, sesak).
- O: Obat-obatan yang baru dikonsumsi.
- M: Makanan/Minuman terakhir (Cek risiko aspirasi).
- P: Penyakit penyerta (Diabetes, Jantung, Asma).
- A: Alergi yang dimiliki.
- K: Kejadian (Kronologi sebelum sakit).
Doktrin Penolong:
"Jangan memberikan makanan atau minuman apapun pada penderita dengan kesadaran menurun."
Risiko Aspirasi = Kematian Jalur Napas