Silabus: Kedaruratan Trauma (Trauma Emergency)
Kurikulum Penolong Terampil Indonesia: Menguasai Intervensi dalam Golden Hour
Lay Responder
Fokus: First Aid & Life Saving Dasar
- The Power of Pressure: Teknik tekan langsung (Direct Pressure) selama 10 menit tanpa jeda untuk menghentikan perdarahan vena/kapiler.
- Luka Bakar 20/20: Mendinginkan luka dengan air mengalir suhu ruang minimal 20 menit. Edukasi bahaya odol/mentega yang memerangkap panas.
- Fiksasi Impaled Object: Teknik penyangga "Donat" agar benda menancap tidak bergeser (mencegah kerusakan saraf/pembuluh darah internal).
- Logistik: Kassa Steril, Kain bersih, Manekin lengan dengan benda menancap, Cairan Irigasi.
First Responder
Fokus: Mekanik Stabilitasi & Kontrol Masif
- Seni Pembidaian: Aplikasi prinsip "Dua Sendi" (fiksasi sendi di atas dan di bawah patahan) serta pengecekan GSS (Gerak, Sensasi, Sirkulasi).
- Combat Tourniquet: Penggunaan CAT Tourniquet pada perdarahan arteri ekstremitas (High and Tight) dan pencatatan waktu aplikasi.
- Occlusive Dressing: Penutupan luka tembus dada menggunakan plester tiga sisi (Ventilated Dressing) untuk mencegah Sucking Chest Wound.
- Logistik: Bidai kawat/kayu, Mitela (10 set), CAT Tourniquet, Plastic Wrap, Cervical Collar.
Professional
Fokus: Intervensi Invasif & Hemodinamik
- Initial Assessment (PHTLS): Penilaian cepat 2 menit untuk menemukan "Killers" (Tension Pneumothorax, Cardiac Tamponade).
- Needle Decompression: Prosedur dekompresi jarum (14-16 Gauge) pada ICS 2 atau 5 untuk kasus Tension Pneumothorax.
- Vascular Access (IV/IO): Pemasangan infus IV atau bor tulang (Intraosseous) untuk resusitasi cairan pada syok hipovolemik berat.
- Logistik: IV/IO Kit, Cairan Kristaloid (RL/NaCl), Laringoskop, Monitor Defibrilator.
Prioritas Penanganan Trauma (Checklist)
| Jenis Trauma | Lay Responder | First Responder | Professional Medis |
|---|---|---|---|
| Perdarahan Arteri | Tekan Titik Luka | Aplikasi Tourniquet | Hemostatic Agent / Operasi |
| Fraktur Terbuka | Tutup Luka & Istirahatkan | Bidai & GSS Check | Analgesik Kuat & Reduksi |
| Trauma Dada Tembus | Jangan Cabut Benda | Plester 3 Sisi | Needle Thoracocentesis |
| Luka Bakar Luas | Irigasi Air Mengalir | Kassa Lembap Steril | Resusitasi Cairan (Baxter) |
Metode Evaluasi Akhir
- 1. Tourniquet Speed Drill: Peserta harus mampu memasang tourniquet pada paha/lengan manekin dalam waktu <20 detik hingga nadi distal berhenti.
- 2. Splinting Station: Pemasangan bidai pada kasus patah tulang lengan bawah. Kriteria lulus: Bidai kokoh, melewati 2 sendi, dan GSS (Gerak, Sensasi, Sirkulasi) normal.
- 3. Trauma Scenario (Moulage): Simulasi menangani korban dengan makeup luka realistik. Evaluasi pada ketepatan prioritas (ABCDE).
Doktrin Penolong Terampil:
"Hentikan perdarahan masif dalam hitungan detik. Karena penderita trauma bisa mati kehabisan darah lebih cepat daripada mereka mati karena gagal napas."
Golden Hour: 60 Menit yang menentukan hidup atau mati.
Silabus: Kedaruratan Trauma (Trauma Emergency)
Kurikulum Penolong Terampil Indonesia: Menguasai Intervensi dalam Golden Hour
Lay Responder
Fokus: First Aid & Life Saving Dasar
- The Power of Pressure: Teknik tekan langsung (Direct Pressure) selama 10 menit tanpa jeda untuk menghentikan perdarahan vena/kapiler.
- Luka Bakar 20/20: Mendinginkan luka dengan air mengalir suhu ruang minimal 20 menit. Edukasi bahaya odol/mentega yang memerangkap panas.
- Fiksasi Impaled Object: Teknik penyangga "Donat" agar benda menancap tidak bergeser (mencegah kerusakan saraf/pembuluh darah internal).
- Logistik: Kassa Steril, Kain bersih, Manekin lengan dengan benda menancap, Cairan Irigasi.
First Responder
Fokus: Mekanik Stabilitasi & Kontrol Masif
- Seni Pembidaian: Aplikasi prinsip "Dua Sendi" (fiksasi sendi di atas dan di bawah patahan) serta pengecekan GSS (Gerak, Sensasi, Sirkulasi).
- Combat Tourniquet: Penggunaan CAT Tourniquet pada perdarahan arteri ekstremitas (High and Tight) dan pencatatan waktu aplikasi.
- Occlusive Dressing: Penutupan luka tembus dada menggunakan plester tiga sisi (Ventilated Dressing) untuk mencegah Sucking Chest Wound.
- Logistik: Bidai kawat/kayu, Mitela (10 set), CAT Tourniquet, Plastic Wrap, Cervical Collar.
Professional
Fokus: Intervensi Invasif & Hemodinamik
- Initial Assessment (PHTLS): Penilaian cepat 2 menit untuk menemukan "Killers" (Tension Pneumothorax, Cardiac Tamponade).
- Needle Decompression: Prosedur dekompresi jarum (14-16 Gauge) pada ICS 2 atau 5 untuk kasus Tension Pneumothorax.
- Vascular Access (IV/IO): Pemasangan infus IV atau bor tulang (Intraosseous) untuk resusitasi cairan pada syok hipovolemik berat.
- Logistik: IV/IO Kit, Cairan Kristaloid (RL/NaCl), Laringoskop, Monitor Defibrilator.
Prioritas Penanganan Trauma (Checklist)
| Jenis Trauma | Lay Responder | First Responder | Professional Medis |
|---|---|---|---|
| Perdarahan Arteri | Tekan Titik Luka | Aplikasi Tourniquet | Hemostatic Agent / Operasi |
| Fraktur Terbuka | Tutup Luka & Istirahatkan | Bidai & GSS Check | Analgesik Kuat & Reduksi |
| Trauma Dada Tembus | Jangan Cabut Benda | Plester 3 Sisi | Needle Thoracocentesis |
| Luka Bakar Luas | Irigasi Air Mengalir | Kassa Lembap Steril | Resusitasi Cairan (Baxter) |
Metode Evaluasi Akhir
- 1. Tourniquet Speed Drill: Peserta harus mampu memasang tourniquet pada paha/lengan manekin dalam waktu <20 detik hingga nadi distal berhenti.
- 2. Splinting Station: Pemasangan bidai pada kasus patah tulang lengan bawah. Kriteria lulus: Bidai kokoh, melewati 2 sendi, dan GSS (Gerak, Sensasi, Sirkulasi) normal.
- 3. Trauma Scenario (Moulage): Simulasi menangani korban dengan makeup luka realistik. Evaluasi pada ketepatan prioritas (ABCDE).
Doktrin Penolong Terampil:
"Hentikan perdarahan masif dalam hitungan detik. Karena penderita trauma bisa mati kehabisan darah lebih cepat daripada mereka mati karena gagal napas."
Golden Hour: 60 Menit yang menentukan hidup atau mati.