1. Mekanika Tubuh
Lindungi punggung Anda saat mengangkat beban berat dengan teknik berikut:
- Gunakan Otot Terkuat: Tekuk lutut dan gunakan otot paha untuk mengangkat, bukan otot punggung.
- Dekatkan Beban: Jaga jarak tubuh sedekat mungkin dengan korban untuk menjaga titik gravitasi.
- Kaki Sebagai Poros: Jika harus berbelok, gerakkan kaki. Jangan pernah memutar pinggang saat membawa beban.
2. Jenis Pemindahan
Pemindahan Darurat
Hanya dilakukan jika ada ancaman langsung terhadap nyawa (api, ledakan, gas beracun). Prioritas adalah kecepatan daripada perlindungan tulang belakang.
Pemindahan Non-Darurat
Dilakukan jika lokasi sudah aman. Penolong memiliki waktu untuk melakukan penilaian medis lengkap dan mempersiapkan tandu.
3. Teknik Log Roll
Wajib digunakan jika korban dicurigai mengalami trauma tulang belakang atau leher.
- Komando Tunggal: Penolong di bagian kepala memegang kendali penuh dan memberikan aba-aba.
- Satu Garis Lurus: Tubuh diputar secara serentak sehingga kepala, bahu, dan panggul tetap sejajar (seperti batang kayu).
4. Alat Bantu Evakuasi
| Alat | Fungsi Utama | Indikasi Penggunaan |
|---|---|---|
| Long Spine Board (LSB) | Imobilisasi Total | Trauma tulang belakang/multiple fraktur |
| Scoop Stretcher | Mengangkat tanpa memiringkan | Cedera panggul (Pelvic) |
| Stair Chair | Lewat tangga sempit | Korban sadar (non-trauma tulang belakang) |
| Ambulans | Transportasi Medis | Penyetabilan selama perjalanan ke RS |
Prosedur PENA: Checklist Evakuasi
- Nilai Bahaya: Apakah butuh pemindahan darurat atau bisa menunggu tandu?
- Persiapan Tim: Tentukan siapa pemimpin komando (biasanya di kepala).
- Fiksasi Korban: Pastikan semua cedera (patah tulang/perdarahan) sudah ditangani sebelum dipindah.
- Gerakan Serentak: Hindari gerakan mendadak yang dapat mengagetkan korban atau mencederai penolong.
- Monitoring: Cek ulang napas dan nadi korban setelah dipindahkan ke atas tandu.
1. Mekanika Tubuh
Lindungi punggung Anda saat mengangkat beban berat dengan teknik berikut:
- Gunakan Otot Terkuat: Tekuk lutut dan gunakan otot paha untuk mengangkat, bukan otot punggung.
- Dekatkan Beban: Jaga jarak tubuh sedekat mungkin dengan korban untuk menjaga titik gravitasi.
- Kaki Sebagai Poros: Jika harus berbelok, gerakkan kaki. Jangan pernah memutar pinggang saat membawa beban.
2. Jenis Pemindahan
Pemindahan Darurat
Hanya dilakukan jika ada ancaman langsung terhadap nyawa (api, ledakan, gas beracun). Prioritas adalah kecepatan daripada perlindungan tulang belakang.
Pemindahan Non-Darurat
Dilakukan jika lokasi sudah aman. Penolong memiliki waktu untuk melakukan penilaian medis lengkap dan mempersiapkan tandu.
3. Teknik Log Roll
Wajib digunakan jika korban dicurigai mengalami trauma tulang belakang atau leher.
- Komando Tunggal: Penolong di bagian kepala memegang kendali penuh dan memberikan aba-aba.
- Satu Garis Lurus: Tubuh diputar secara serentak sehingga kepala, bahu, dan panggul tetap sejajar (seperti batang kayu).
4. Alat Bantu Evakuasi
| Alat | Fungsi Utama | Indikasi Penggunaan |
|---|---|---|
| Long Spine Board (LSB) | Imobilisasi Total | Trauma tulang belakang/multiple fraktur |
| Scoop Stretcher | Mengangkat tanpa memiringkan | Cedera panggul (Pelvic) |
| Stair Chair | Lewat tangga sempit | Korban sadar (non-trauma tulang belakang) |
| Ambulans | Transportasi Medis | Penyetabilan selama perjalanan ke RS |
Prosedur PENA: Checklist Evakuasi
- Nilai Bahaya: Apakah butuh pemindahan darurat atau bisa menunggu tandu?
- Persiapan Tim: Tentukan siapa pemimpin komando (biasanya di kepala).
- Fiksasi Korban: Pastikan semua cedera (patah tulang/perdarahan) sudah ditangani sebelum dipindah.
- Gerakan Serentak: Hindari gerakan mendadak yang dapat mengagetkan korban atau mencederai penolong.
- Monitoring: Cek ulang napas dan nadi korban setelah dipindahkan ke atas tandu.