Kedaruratan medis terjadi akibat kegagalan fungsi organ dalam secara mendadak. Kunci utama pertolongan adalah mengenali gejala awal dan memberikan stabilitas sebelum bantuan medis tiba.
1. Gangguan Pernapasan (Asma)
Penyempitan saluran napas akibat peradangan atau alergi.
- Posisi Duduk: Dudukkan korban tegak untuk membantu otot napas bekerja lebih ringan.
- Gunakan Inhaler: Bantu korban menggunakan obat pribadinya.
Logika PENA: Jangan biarkan korban berbaring karena gravitasi akan membuat pernapasan semakin berat.
2. Serangan Jantung
Nyeri dada khas "seperti ditindih benda berat" yang menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang.
- Istirahat Total: Hentikan semua aktivitas fisik segera.
- Posisi Setengah Duduk: Sandarkan punggung pada sudut 45 derajat dengan lutut ditekuk (Posisi Semi-Fowler).
Jangan biarkan korban berjalan atau mengangkat benda, karena dapat memicu henti jantung mendadak.
3. Serangan Otak (Stroke)
Gunakan metode FAST untuk deteksi cepat:
- Face: Minta senyum, lihat apakah salah satu sisi wajah tertinggal/miring.
- Arms: Minta angkat kedua tangan, lihat apakah satu tangan jatuh.
- Speech: Minta bicara kalimat simpel, dengarkan jika suara cadel/pelo.
- Time: Jika ada salah satu gejala di atas, segera bawa ke RS (Golden Hour).
4. Kejang & Pingsan
Kejang (Epilepsi)
- Lindungi kepala dengan bantal/kain.
- DILARANG: Memasukkan sendok atau benda apapun ke mulut.
Pingsan
- Posisi Syok: Baringkan terlentang dan angkat kaki 30-45 cm ke atas.
- Miringkan (Recovery Position): Jika korban tidak sadar namun bernapas, miringkan tubuhnya agar jalan napas aman dari liur/muntahan.
Ringkasan Tindakan PENA
| Kondisi | Tindakan Prioritas | Target Penolong |
|---|---|---|
| Asma | Dudukkan Tegak + Inhaler | Jalan napas terbuka |
| Srg. Jantung | Istirahat Total + 45° | Kurangi beban jantung |
| Stroke | Identifikasi FAST | Evakuasi secepatnya |
| Kejang | Amankan Area + Miringkan | Cegah aspirasi/cedera |
Kedaruratan medis terjadi akibat kegagalan fungsi organ dalam secara mendadak. Kunci utama pertolongan adalah mengenali gejala awal dan memberikan stabilitas sebelum bantuan medis tiba.
1. Gangguan Pernapasan (Asma)
Penyempitan saluran napas akibat peradangan atau alergi.
- Posisi Duduk: Dudukkan korban tegak untuk membantu otot napas bekerja lebih ringan.
- Gunakan Inhaler: Bantu korban menggunakan obat pribadinya.
Logika PENA: Jangan biarkan korban berbaring karena gravitasi akan membuat pernapasan semakin berat.
2. Serangan Jantung
Nyeri dada khas "seperti ditindih benda berat" yang menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang.
- Istirahat Total: Hentikan semua aktivitas fisik segera.
- Posisi Setengah Duduk: Sandarkan punggung pada sudut 45 derajat dengan lutut ditekuk (Posisi Semi-Fowler).
Jangan biarkan korban berjalan atau mengangkat benda, karena dapat memicu henti jantung mendadak.
3. Serangan Otak (Stroke)
Gunakan metode FAST untuk deteksi cepat:
- Face: Minta senyum, lihat apakah salah satu sisi wajah tertinggal/miring.
- Arms: Minta angkat kedua tangan, lihat apakah satu tangan jatuh.
- Speech: Minta bicara kalimat simpel, dengarkan jika suara cadel/pelo.
- Time: Jika ada salah satu gejala di atas, segera bawa ke RS (Golden Hour).
4. Kejang & Pingsan
Kejang (Epilepsi)
- Lindungi kepala dengan bantal/kain.
- DILARANG: Memasukkan sendok atau benda apapun ke mulut.
Pingsan
- Posisi Syok: Baringkan terlentang dan angkat kaki 30-45 cm ke atas.
- Miringkan (Recovery Position): Jika korban tidak sadar namun bernapas, miringkan tubuhnya agar jalan napas aman dari liur/muntahan.
Ringkasan Tindakan PENA
| Kondisi | Tindakan Prioritas | Target Penolong |
|---|---|---|
| Asma | Dudukkan Tegak + Inhaler | Jalan napas terbuka |
| Srg. Jantung | Istirahat Total + 45° | Kurangi beban jantung |
| Stroke | Identifikasi FAST | Evakuasi secepatnya |
| Kejang | Amankan Area + Miringkan | Cegah aspirasi/cedera |