1. Penilaian Keadaan (Scene Size-Up)
Pastikan Anda tidak menjadi korban berikutnya dengan menerapkan prinsip dasar:
- Keamanan (3A): Aman Diri (APD), Aman Lingkungan, dan Aman Pasien.
- Mekanisme Cedera: Amati tanda visual (ketinggian jatuh, benturan kendaraan) untuk memprediksi jenis luka.
- Triage: Jika korban lebih dari satu, tentukan prioritas bantuan berdasarkan keparahan.
2. Penilaian Dini (Primary Survey)
Fokus pada kondisi yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit.
Cek Kesadaran (ASNT/AVPU)
- Awas: Sadar sepenuhnya.
- Suara: Merespon panggillan.
- Nyeri: Merespon rangsang nyeri.
- Tidak Respon: Kondisi kritis.
Prioritas C-A-B
Cek Circulation (Nadi), Airway (Jalan napas), dan Breathing (Napas) secara simultan.
3. Pemeriksaan Fisik
Gunakan metode PLNB (Perubahan bentuk, Luka, Nyeri tekan, Bengkak) dari kepala hingga kaki:
- Kepala & Leher: Cek stabilitas tulang dan adanya cairan asing.
- Dada & Perut: Periksa pergerakan napas dan kekakuan dinding perut.
- Anggota Gerak: Cek fungsi motorik dan sensorik pada tangan dan kaki.
- Punggung: Cek dengan teknik Log Roll jika dicurigai cedera tulang belakang.
4. Riwayat Penderita (SAMPLE)
Kumpulkan informasi dari korban atau saksi mata menggunakan akronim:
- S: Signs (Tanda) & Symptoms (Gejala).
- A: Allergies (Alergi obat/makanan).
- M: Medications (Obat-obatan yang dikonsumsi).
- P: Past History (Riwayat penyakit).
- L: Last Intake (Makan/minum terakhir).
- E: Events (Kronologi kejadian).
Analisis Nadi Berdasarkan Usia
| Kelompok Usia | Nadi Normal (bpm) | Catatan Klinis |
|---|---|---|
| Dewasa | 60 - 100 | Nadi >100: Tanda syok atau nyeri hebat. |
| Anak-anak | 80 - 120 | Metabolisme lebih cepat dari dewasa. |
| Bayi | 120 - 140 | Frekuensi tinggi adalah normal pada bayi. |
1. Penilaian Keadaan (Scene Size-Up)
Pastikan Anda tidak menjadi korban berikutnya dengan menerapkan prinsip dasar:
- Keamanan (3A): Aman Diri (APD), Aman Lingkungan, dan Aman Pasien.
- Mekanisme Cedera: Amati tanda visual (ketinggian jatuh, benturan kendaraan) untuk memprediksi jenis luka.
- Triage: Jika korban lebih dari satu, tentukan prioritas bantuan berdasarkan keparahan.
2. Penilaian Dini (Primary Survey)
Fokus pada kondisi yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit.
Cek Kesadaran (ASNT/AVPU)
- Awas: Sadar sepenuhnya.
- Suara: Merespon panggillan.
- Nyeri: Merespon rangsang nyeri.
- Tidak Respon: Kondisi kritis.
Prioritas C-A-B
Cek Circulation (Nadi), Airway (Jalan napas), dan Breathing (Napas) secara simultan.
3. Pemeriksaan Fisik
Gunakan metode PLNB (Perubahan bentuk, Luka, Nyeri tekan, Bengkak) dari kepala hingga kaki:
- Kepala & Leher: Cek stabilitas tulang dan adanya cairan asing.
- Dada & Perut: Periksa pergerakan napas dan kekakuan dinding perut.
- Anggota Gerak: Cek fungsi motorik dan sensorik pada tangan dan kaki.
- Punggung: Cek dengan teknik Log Roll jika dicurigai cedera tulang belakang.
4. Riwayat Penderita (SAMPLE)
Kumpulkan informasi dari korban atau saksi mata menggunakan akronim:
- S: Signs (Tanda) & Symptoms (Gejala).
- A: Allergies (Alergi obat/makanan).
- M: Medications (Obat-obatan yang dikonsumsi).
- P: Past History (Riwayat penyakit).
- L: Last Intake (Makan/minum terakhir).
- E: Events (Kronologi kejadian).
Analisis Nadi Berdasarkan Usia
| Kelompok Usia | Nadi Normal (bpm) | Catatan Klinis |
|---|---|---|
| Dewasa | 60 - 100 | Nadi >100: Tanda syok atau nyeri hebat. |
| Anak-anak | 80 - 120 | Metabolisme lebih cepat dari dewasa. |
| Bayi | 120 - 140 | Frekuensi tinggi adalah normal pada bayi. |