Silabus: Penilaian Penderita (Patient Assessment)
Kurikulum Penolong Terampil Indonesia: Dari Penilaian Dini hingga Klinis
1
Lay Responder
Fokus: Aktivasi Bantuan & Posisi Aman
- Keamanan (L-A-S): Memastikan Lingkungan aman, Alat pelindung diri siap, dan Sapa korban.
- Metode Tepuk Bahu: Menilai respon kesadaran pada kedua bahu untuk menghindari bias neurologis.
- Look & Feel: Menilai pernapasan dalam < 10 detik; jika ragu, asumsikan tidak bernapas.
- Major Bleed Control: Identifikasi perdarahan memancar yang harus ditekan sebelum tindakan lain.
- Logistik: Manekin CPR Dasar, APD (Sarung tangan/Masker), Video Simulasi Kejang.
2
First Responder
Fokus: Protokol ASNT & Survey Sistematis
- ASNT (AVPU): Klasifikasi respon: Awas (Alert), Suara (Verbal), Nyeri (Pain), Tidak Respon (Unresponsive).
- Primary Survey (L-A-B-C): Penguasaan Jaw Thrust (cedera leher) dan penilaian nadi karotis/brachialis.
- Secondary Survey (PLNB): Pemeriksaan fisik Head-to-Toe mencari Perubahan bentuk, Luka, Nyeri, Bengkak.
- Wawancara KOMPAK: Keluhan, Obat, Makanan, Penyakit, Alergi, Kejadian.
- Logistik: Senter Pupil (Penlight), Jam Detik, Lembar PCR (Patient Care Report).
3
Professional
Fokus: Diagnosa Klinis & Mekanisme Cedera
- Suara Napas Abnormal: Identifikasi Gurgling (cairan), Snoring (lidah), Stridor (sumbatan).
- Glasgow Coma Scale (GCS): Penilaian kuantitatif Eye (4), Verbal (5), Motoric (6).
- Mekanisme Cedera (MOI): Analisis energi kinetik untuk prediksi perdarahan internal (dalam).
- Hemodinamika: Pemantauan Capillary Refill Time (CRT) & saturasi $SpO_2$.
- Logistik: Stetoskop, Tensimeter, Pulse Oximeter, Simulator Luka (Moulage).
Tabel Perbandingan Fokus Penilaian
| Elemen Penilaian | Lay Responder | First Responder | Professional |
|---|---|---|---|
| Metode Kesadaran | Panggil & Tepuk Buntu | Protokol ASNT / AVPU | Skala GCS (Kuantitatif) |
| Penilaian Napas | Ada / Tidak Ada | Frekuensi (Napas/Menit) | Auskultasi & Saturasi $O_2$ |
| Cek Nadi | Tidak Diutamakan | Karotis (Ada/Tidak) | Kualitas & Tekanan Darah |
| Riwayat Korban | Informasi Acak | Format KOMPAK / SAMPLE | Integrasi Rekam Medis |
Metode Evaluasi Akhir
- 1. Station Roleplay: Peserta harus melakukan urutan penilaian lengkap dari "Aman Lingkungan" hingga melapor ke instruktur.
- 2. Verbalization Drill: Penolong wajib mengucapkan setiap temuan (Contoh: "Jalan napas bersih, tidak ada sumbatan").
- 3. KOMPAK Quiz: Menyusun informasi acak dari saksi mata menjadi laporan medis yang sistematis.
Doktrin Penolong Terampil:
"Jangan terganggu oleh luka yang terlihat mengerikan secara visual sebelum memastikan Jalan Napas, Pernapasan, dan Sirkulasi (L-A-B-C) dalam kondisi stabil."
Instruktur:
Silabus: Penilaian Penderita (Patient Assessment)
Kurikulum Penolong Terampil Indonesia: Dari Penilaian Dini hingga Klinis
1
Lay Responder
Fokus: Aktivasi Bantuan & Posisi Aman
- Keamanan (L-A-S): Memastikan Lingkungan aman, Alat pelindung diri siap, dan Sapa korban.
- Metode Tepuk Bahu: Menilai respon kesadaran pada kedua bahu untuk menghindari bias neurologis.
- Look & Feel: Menilai pernapasan dalam < 10 detik; jika ragu, asumsikan tidak bernapas.
- Major Bleed Control: Identifikasi perdarahan memancar yang harus ditekan sebelum tindakan lain.
- Logistik: Manekin CPR Dasar, APD (Sarung tangan/Masker), Video Simulasi Kejang.
2
First Responder
Fokus: Protokol ASNT & Survey Sistematis
- ASNT (AVPU): Klasifikasi respon: Awas (Alert), Suara (Verbal), Nyeri (Pain), Tidak Respon (Unresponsive).
- Primary Survey (L-A-B-C): Penguasaan Jaw Thrust (cedera leher) dan penilaian nadi karotis/brachialis.
- Secondary Survey (PLNB): Pemeriksaan fisik Head-to-Toe mencari Perubahan bentuk, Luka, Nyeri, Bengkak.
- Wawancara KOMPAK: Keluhan, Obat, Makanan, Penyakit, Alergi, Kejadian.
- Logistik: Senter Pupil (Penlight), Jam Detik, Lembar PCR (Patient Care Report).
3
Professional
Fokus: Diagnosa Klinis & Mekanisme Cedera
- Suara Napas Abnormal: Identifikasi Gurgling (cairan), Snoring (lidah), Stridor (sumbatan).
- Glasgow Coma Scale (GCS): Penilaian kuantitatif Eye (4), Verbal (5), Motoric (6).
- Mekanisme Cedera (MOI): Analisis energi kinetik untuk prediksi perdarahan internal (dalam).
- Hemodinamika: Pemantauan Capillary Refill Time (CRT) & saturasi $SpO_2$.
- Logistik: Stetoskop, Tensimeter, Pulse Oximeter, Simulator Luka (Moulage).
Tabel Perbandingan Fokus Penilaian
| Elemen Penilaian | Lay Responder | First Responder | Professional |
|---|---|---|---|
| Metode Kesadaran | Panggil & Tepuk Buntu | Protokol ASNT / AVPU | Skala GCS (Kuantitatif) |
| Penilaian Napas | Ada / Tidak Ada | Frekuensi (Napas/Menit) | Auskultasi & Saturasi $O_2$ |
| Cek Nadi | Tidak Diutamakan | Karotis (Ada/Tidak) | Kualitas & Tekanan Darah |
| Riwayat Korban | Informasi Acak | Format KOMPAK / SAMPLE | Integrasi Rekam Medis |
Metode Evaluasi Akhir
- 1. Station Roleplay: Peserta harus melakukan urutan penilaian lengkap dari "Aman Lingkungan" hingga melapor ke instruktur.
- 2. Verbalization Drill: Penolong wajib mengucapkan setiap temuan (Contoh: "Jalan napas bersih, tidak ada sumbatan").
- 3. KOMPAK Quiz: Menyusun informasi acak dari saksi mata menjadi laporan medis yang sistematis.
Doktrin Penolong Terampil:
"Jangan terganggu oleh luka yang terlihat mengerikan secara visual sebelum memastikan Jalan Napas, Pernapasan, dan Sirkulasi (L-A-B-C) dalam kondisi stabil."
Instruktur: