Silabus Pelatihan Ambulance
Silabus: Safety Drifing
A. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
- Menerapkan prinsip Defensive Driving untuk antisipasi kesalahan pengguna jalan lain.
- Mengoperasikan kombinasi sirine dan lampu rotator sesuai kegawatdaruratan.
- Melakukan manuver halus (Smooth Driving) demi kondisi medis pasien.
- Mengidentifikasi Blind Spot (titik buta) kendaraan ambulans karoseri.
- Mengelola emosi dan kelelahan (Fatigue Management) dalam shift panjang.
B. Rincian Materi (Breakdown)
- Pusat Gravitasi: Memahami bahwa ambulans lebih limbung karena beban tinggi (karoseri & alat medis).
- Pengecekan Pra-Jalan (T.O.D.A.S): Tali kipas, Oli, Dalaman (instrumen), Air, dan Solar/Bensin.
- Jarak Aman (3 Second Rule): Teknik menjaga jarak agar memiliki ruang menghindar saat pengereman mendadak.
- Hierarki Suara Sirine: Penggunaan suara Wail (panjang), Yelp (cepat), dan Piercer sesuai medan (jalan lurus vs persimpangan).
- Visual Warning: Etika lampu rotator (kapan harus Standby tanpa sirine) agar tidak memicu kepanikan pengendara lain.
- The Silent Approach: Prosedur mematikan sirine saat mendekati rumah pasien gangguan psikologis atau jantung.
- Clearing the Intersection: Teknik "berhenti sejenak" di lampu merah meski berstatus prioritas.
- Lane Selection: Memilih jalur paling kanan atau menggunakan bahu jalan secara aman.
- Reverse Parking: Teknik parkir mundur presisi agar pintu belakang langsung menghadap pintu IGD.
- G-Force Management: Menghindari akselerasi/pengereman mendadak yang menggeser posisi infus atau intubasi.
- Cornering: Teknik menikung halus agar stretcher dan petugas tidak terlempar.
- Ambulance Driver Ego: Menekan keinginan untuk "balapan" atau marah saat tidak diberi jalan.
- Situational Awareness: Tetap fokus meski bising dan ada tekanan dari keluarga pasien.
C. Metodologi Pelatihan
| Metode | Deskripsi Aktivitas |
|---|---|
| Field Practice (Drill) | Latihan Slalom (zig-zag) dan pengereman mendadak (Hard Braking) di area tertutup. |
| Blind Spot Exercise | Peserta duduk di kursi supir, sementara rekan lain berdiri di titik buta untuk menunjukkan area bahaya. |
| Case Review | Menonton video kecelakaan ambulans asli dan mendiskusikan "Apa yang seharusnya dilakukan?". |
D.1 Logistik Offline
- Area aspal minimal 50x50 meter.
- 20-30 Traffic Cone (kerucut).
- Minimal 1 unit ambulans asli.
- Beban karung pasir (Simulasi Pasien).
D.2 Logistik Online
- Aplikasi simulator mengemudi darurat.
- Kompilasi Dashcam Footage insiden global.
- 3D Blind Spot Map (Interactive Graphic).
E. Evaluasi Materi
Ujian Praktik (Obstacle Course)
Melewati rintangan cone tanpa menjatuhkan gelas air di dasbor (Indikator Smooth Driving).
Ujian Mental
Wawancara merespons provokasi pengguna jalan lain.
Silabus Pelatihan Ambulance
Silabus: Safety Drifing
A. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
- Menerapkan prinsip Defensive Driving untuk antisipasi kesalahan pengguna jalan lain.
- Mengoperasikan kombinasi sirine dan lampu rotator sesuai kegawatdaruratan.
- Melakukan manuver halus (Smooth Driving) demi kondisi medis pasien.
- Mengidentifikasi Blind Spot (titik buta) kendaraan ambulans karoseri.
- Mengelola emosi dan kelelahan (Fatigue Management) dalam shift panjang.
B. Rincian Materi (Breakdown)
- Pusat Gravitasi: Memahami bahwa ambulans lebih limbung karena beban tinggi (karoseri & alat medis).
- Pengecekan Pra-Jalan (T.O.D.A.S): Tali kipas, Oli, Dalaman (instrumen), Air, dan Solar/Bensin.
- Jarak Aman (3 Second Rule): Teknik menjaga jarak agar memiliki ruang menghindar saat pengereman mendadak.
- Hierarki Suara Sirine: Penggunaan suara Wail (panjang), Yelp (cepat), dan Piercer sesuai medan (jalan lurus vs persimpangan).
- Visual Warning: Etika lampu rotator (kapan harus Standby tanpa sirine) agar tidak memicu kepanikan pengendara lain.
- The Silent Approach: Prosedur mematikan sirine saat mendekati rumah pasien gangguan psikologis atau jantung.
- Clearing the Intersection: Teknik "berhenti sejenak" di lampu merah meski berstatus prioritas.
- Lane Selection: Memilih jalur paling kanan atau menggunakan bahu jalan secara aman.
- Reverse Parking: Teknik parkir mundur presisi agar pintu belakang langsung menghadap pintu IGD.
- G-Force Management: Menghindari akselerasi/pengereman mendadak yang menggeser posisi infus atau intubasi.
- Cornering: Teknik menikung halus agar stretcher dan petugas tidak terlempar.
- Ambulance Driver Ego: Menekan keinginan untuk "balapan" atau marah saat tidak diberi jalan.
- Situational Awareness: Tetap fokus meski bising dan ada tekanan dari keluarga pasien.
C. Metodologi Pelatihan
| Metode | Deskripsi Aktivitas |
|---|---|
| Field Practice (Drill) | Latihan Slalom (zig-zag) dan pengereman mendadak (Hard Braking) di area tertutup. |
| Blind Spot Exercise | Peserta duduk di kursi supir, sementara rekan lain berdiri di titik buta untuk menunjukkan area bahaya. |
| Case Review | Menonton video kecelakaan ambulans asli dan mendiskusikan "Apa yang seharusnya dilakukan?". |
D.1 Logistik Offline
- Area aspal minimal 50x50 meter.
- 20-30 Traffic Cone (kerucut).
- Minimal 1 unit ambulans asli.
- Beban karung pasir (Simulasi Pasien).
D.2 Logistik Online
- Aplikasi simulator mengemudi darurat.
- Kompilasi Dashcam Footage insiden global.
- 3D Blind Spot Map (Interactive Graphic).
E. Evaluasi Materi
Ujian Praktik (Obstacle Course)
Melewati rintangan cone tanpa menjatuhkan gelas air di dasbor (Indikator Smooth Driving).
Ujian Mental
Wawancara merespons provokasi pengguna jalan lain.