1. Luka Bakar Termal
Kunci utama adalah menghentikan proses pembakaran jaringan di bawah kulit:
- Alirkan Air: Gunakan air mengalir suhu ruang selama minimal 20 menit.
- Lepas Perhiasan: Lakukan segera sebelum area membengkak (edema).
- Jangan Gunakan: Pasta gigi, mentega, atau es batu langsung ke luka karena merusak jaringan.
2. Luka Bakar Kimia & Listrik
Kimia
Sikat bahan bubuk kering sebelum membilas. Jika cair, siram minimal 20-30 menit untuk menetralkan zat.
Listrik
Waspadai efek "Iceberg" (luka luar kecil, namun kerusakan saraf dan organ dalam yang luas). Siapkan RJP jika terjadi henti jantung.
3. Penanganan Trauma & Fraktur
Ancaman terbesar adalah ujung tulang tajam memotong pembuluh darah/saraf jika digerakkan.
Metode CMS (Wajib!)
- Circulation: Cek nadi di bawah luka dan suhu kulit.
- Movement: Minta korban menggerakkan jari tangan/kaki.
- Sensation: Pastikan sentuhan Anda terasa oleh korban.
4. Prinsip Pembidaian (Splinting)
Tujuan utama adalah imobilisasi total pada area patah tulang:
- Melewati Dua Sendi: Bidai harus mengunci satu sendi di atas dan satu sendi di bawah lokasi patah.
- Jangan Manipulasi: Jangan mencoba memasukkan kembali tulang pada fraktur terbuka.
- Re-Check CMS: Lakukan pengecekan CMS kembali setelah bidai selesai dipasang.
Klasifikasi Derajat Luka Bakar
| Derajat | Kedalaman | Karakteristik Visual | Rasa Nyeri |
|---|---|---|---|
| Derajat 1 | Epidermis | Kemerahan, kering | Sangat Nyeri |
| Derajat 2 | Dermis | Gelembung (Bulla/Blister) | Sangat Nyeri |
| Derajat 3 | Subkutan | Putih/Gosong/Hitam | Sering Tidak Nyeri (Saraf Rusak) |
Ingat Strategi PENA
STOP: Jangan ikut tersetrum/terkena kimia. | COOL: Dinginkan luka bakar. | IMMOBILIZE: Diamkan tulang yang patah. | TRANSPORT: Evakuasi segera ke fasilitas medis.1. Luka Bakar Termal
Kunci utama adalah menghentikan proses pembakaran jaringan di bawah kulit:
- Alirkan Air: Gunakan air mengalir suhu ruang selama minimal 20 menit.
- Lepas Perhiasan: Lakukan segera sebelum area membengkak (edema).
- Jangan Gunakan: Pasta gigi, mentega, atau es batu langsung ke luka karena merusak jaringan.
2. Luka Bakar Kimia & Listrik
Kimia
Sikat bahan bubuk kering sebelum membilas. Jika cair, siram minimal 20-30 menit untuk menetralkan zat.
Listrik
Waspadai efek "Iceberg" (luka luar kecil, namun kerusakan saraf dan organ dalam yang luas). Siapkan RJP jika terjadi henti jantung.
3. Penanganan Trauma & Fraktur
Ancaman terbesar adalah ujung tulang tajam memotong pembuluh darah/saraf jika digerakkan.
Metode CMS (Wajib!)
- Circulation: Cek nadi di bawah luka dan suhu kulit.
- Movement: Minta korban menggerakkan jari tangan/kaki.
- Sensation: Pastikan sentuhan Anda terasa oleh korban.
4. Prinsip Pembidaian (Splinting)
Tujuan utama adalah imobilisasi total pada area patah tulang:
- Melewati Dua Sendi: Bidai harus mengunci satu sendi di atas dan satu sendi di bawah lokasi patah.
- Jangan Manipulasi: Jangan mencoba memasukkan kembali tulang pada fraktur terbuka.
- Re-Check CMS: Lakukan pengecekan CMS kembali setelah bidai selesai dipasang.
Klasifikasi Derajat Luka Bakar
| Derajat | Kedalaman | Karakteristik Visual | Rasa Nyeri |
|---|---|---|---|
| Derajat 1 | Epidermis | Kemerahan, kering | Sangat Nyeri |
| Derajat 2 | Dermis | Gelembung (Bulla/Blister) | Sangat Nyeri |
| Derajat 3 | Subkutan | Putih/Gosong/Hitam | Sering Tidak Nyeri (Saraf Rusak) |